Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

Agama Demokratis dan Demokratisasi Agama [Telaah Filosofis Hubungan Agama dan Demokrasi]

Secara natural, nilai-nilai yg di bawa oleh agama merupakan refleksi kritis atas permasalahan yg trjadi pada kehidupan sosial-kemasyarakatan. Masalah-masalah sosial pada masa turunnya agama-agama adalah ketika terjadi banyak ketimpangan-ketimpangan sosial baik di bidang politik, budaya, ekonomi dsb. Semangat yg di bawa oleh agama adalah semangat pembebasan manusia dari segala bentuk ketimpangan itu dan menuju pribadi sosial yg egaliter, berkebebasan dan demokratis.
Pada hal ini, kita jumpai terdapat nilai-nilai demokratis dalam semangat ajaran agama, bahwa segala gap sosial harus di benahi dan mewujudkan kesejahteraan serta kebebasan sbg bentuk pghormatan thd nilai-nilai kmanusiaan dlm bingkai pemahaman egalitarianisme sosial.

Terdapat perbedaan fundamen antara konsep agama dan demokrasi. Perbdaan keduanya terjadi di ranah ontologis. Aktualisasi prima sikap keberagamaan adalah penyerahan diri sepenuhnya pada kehendak Tuhan. Sementara demokrasi mewujud dalam sikap sedia bernegosiasi dengan mempertimbangkan kehendak orang lain. Demokrasi berarti menempatkan kehendak dan rasionalitas manusia yg terlembagakan sebagai referensi tindakan sosial kemasyarakatan dan bernegara. Sedangkan dLm khidupan beragama, yg mjdi referensi puncak adalah ajaran Tuhan. Selain hal yg di sebutkan, secara historis sosiologis, sjarah agama tak terlepas dr kenyataan, peran agama tak jarang hanya di gunakan utk kpentingan politik dan kekuasan dalam mempertahankan status quo, shg memunculkan gerakan sektarian pemberontakan.
Secara teologis pula kita fahami bahwa, ajaran agama yg bersifat deduktif-metafisis dan selalu mendasarkan rujukan pada Tuhan (padahal Tuhan tak nampak secara empiris), sementara demokrasi adalah persoalan empiris dan bersifat dinamis, maka agama tak punya kompetensi untuk berbicara dan menyelesaikan persoalan demokrasi.

Meskipun tjdi prbdaan pd ranah ontologis, tp keduanya menemukan kesepahaman di ranah aksiologis, bahwa agama dan demokrasi teraktualisasi dLm objek yg sama, yaitu manusia dgn sgala kompleksitasnya. Titik temu agama dan demokrasi ini menebarkan asa agar keduanya memiliki premis dan komitmen yg sama ttg cita-cita kemanusiaan yg mjdi objek aksiologisnya.
Komitmen tsb di wujudkan dLm bentuk bertemunya cita-cita demokrasi dan komitmen agama sbgai refleksi keimanan untuk menegakkan masyarakat yg egaliter dan dalam bingkai kesejahteraan sosial. Agama dan demokrasi harus mampu saling mengisi dan mengayomi khidupan berbangsa dan bernegara.

One comment on “Agama Demokratis dan Demokratisasi Agama [Telaah Filosofis Hubungan Agama dan Demokrasi]

  1. snouzh
    22 Maret 2010

    Terdapat perbedaan yang sangat2 mencolok antar agama dan demokrasi. Anda mengakui bahwa dalam agama wujud nyatanya penyerahan diri sepenuhnya pada kehendak aturan Tuhan (Alloh), sedangkan demokrasi wujud nyatanya adalah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat. apakah keduanya bisa disatukan? Menurut asmuni, itu adalah hil yang mustahal untuk disatukan dalam kehidupan bernegara. Negara yang berkomitmen dengan agama tentu haruslah secara totalitas melaksanakan kenegaraannya berdasarkan kehendak atau aturan Tuhan. tidak dicampur adukan dengan aturan yang berdasarkan kehendak kebanyakn orang alias demokrasi. Kli qt mo objective, dalam ranah konsep, democrazy telah menelan jutaan nyawa orang, terbukti salahsatunya dengan pembabadan ras indian pasca Columbus menyatakan dirinya sebagai penemu Amerika, padahal telah nyata ada penduduk yang mendiaminya… Lantas? apa ide dan tujuan democrazy mo dbenarkan oleh qt? . bukti lain juga banyak negara yang ngaku demokrasi tapi nyatanya slalu menindas kelompok yang lebih sedikit (minoritas). seperti di filipina, thailand, india, israel, spain, etc (buka mata dan telinga, so pasti lu bakal nemuin yang lebih banyak lg)

    Tukeran link ke http://snouzh.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16 Maret 2010 by in Politik, Sosial, Tulisanku.

My Instagram

three of us... there always been a hope at the end of the aisle....

Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

My Tweet @romie_zf

Mutiara Islam

Sesungguhnya Allah S.w.t mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam sebuah barisan (yang teratur), bagai sebuah bangunan yang kokoh. (Q.S. As-Shaff : 04)

Mutiara Kata

Kebaikan yang tersusun secara teratur dan sistematis akan mampu mengalahkan kejahatan sebesar apapun meskipun di atur secara sistematis pula (Imam Ali bin Abi Thalib R.A)
%d blogger menyukai ini: