Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

Sedikit Catatan tentang Mahasiswa (1)

Adalah menjadi sebuah keharusan bahwa kemerdekaan bangsa untuk terus di isi dan di revitalisasi tanpa henti, pasca revolusi fisik yg di lakukan oleh para pahlawan. Kemerdekaan harus mewujud dalam seluruh relung dan sendi kehidupan bangsa ini, mulai dari merdeka secara fisik dari kolonialisme penjajah hingga merdeka secara finansial, sejahtera dan bebas dari berbagai belenggu kehidupan yg mengancam eksistensi kata ‘merdeka’ itu sendiri. Keharusan yg menjadi tanggung jawab generasi pasca kemerdekaan sedikit lebih ringan jika di banding dengan para pahlawan kemerdekaan. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi kita untuk menghindar dari konsekwensi imperatif baru yg di emban oleh generasi saat ini. Semangat kemerdekaan dalam konteks kekinian sangatlah relevan jika di isi dengan aktualisasi kaum muda dalam berkarya dalam bidang dan bentuk apapun, memberi sumbangsih berharga bagi bangsa dan negara.
Mahasiswa sebagai generasi muda yg menjadi bagian dari elemen warga bangsa, harus mampu memberi sumbangsih sesuai dgn kapasitas dan kapabilitasnya. Mahasiswa di pandang sebagai kaum intelektual muda yg mnjadi tumpuan harapan perjalanan bangsa ini di masa depan. Kampus sebagai laboratorium pencetak para mahasiswa harus mampu menjawab harapan tersebut menjadi sebuah imperatif sosial yg di inginkan masyarakat. Mahasiswa harus bergerak dan berkontribusi sesuai dengan konsepsi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana para Mahasiswa di tuntut selain menjadi kaum cendikia, juga harus mampu mengaplikasikan ilmu yg di dapatnya dalam tataran praktis.

Masyarakat kita dewasa ini, tidak begitu peduli terhadap latar pendidikan Mahasiswa, yg pasti dalam benak mereka adalah ketika seorang pemuda berlabel ‘MAHASISWA’ maka itu berarti bahwa pemuda tersebut adalah kaum cendikia yg ‘seharusnya’ memiliki kemampuan ‘serba-bisa’. Di satu sisi, fenomena semacam ini mengakibatkan beban yg bgitu berat bagi kaum muda cendikia tersebut, namun di sisi lain, hal yg perlu di pandang positif adalah Mahasiswa merasa terpacu untuk meng-upgrade pengetahuan dan tentunya pengalaman mereka. Kondisi sangat di harapkannya mahasiswa sebagai tumpuan asa, sering di temui ketika para mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata, di mana mereka di hadap pada kondisi untuk mampu berkontribusi di masyarakat. Bukan pemandangan biasa, ketika mahasiswa di minta oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan di luar bidang akademik mereka.
Intinya adalah mahasiswa di tuntut untuk terus berkarya bagi bangsa.

3 comments on “Sedikit Catatan tentang Mahasiswa (1)

  1. Peduli Pendidikan
    17 Agustus 2009

    Mahasiswa memang merupakan tumpuan harapan bangsa… karena mereka lah yang masih benar2 idealis…. tetapi jika sudah lulus kemanakah idealisme itu…?
    ===============
    Yaah bgtulah, idealisme itu harus tetap hidup dan tersemai.. jgn smpai idealisme trgerus oleh virus pragmatisme.. di sinilah btapa relevanx revitalisasi tanpa henti gerakan mahasiswa. . . . .

  2. iedul
    25 Oktober 2009

    semangaaaaat buat semua yang masih memegang teguh idealisme di hati mereka sampai mati…
    asalkan tidak bertentangan dengan aturan sosiallll.!
    kaum cendekia yang manakah????
    yang merusak kampusnya sendiri…….

  3. Abied
    28 November 2009

    Semoga bisa membawa manfaat bagi alam.
    Hidup Mahasiswa!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 17 Agustus 2009 by in Tulisanku.

My Instagram

three of us... there always been a hope at the end of the aisle....

Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

My Tweet @romie_zf

Mutiara Islam

Sesungguhnya Allah S.w.t mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam sebuah barisan (yang teratur), bagai sebuah bangunan yang kokoh. (Q.S. As-Shaff : 04)

Mutiara Kata

Kebaikan yang tersusun secara teratur dan sistematis akan mampu mengalahkan kejahatan sebesar apapun meskipun di atur secara sistematis pula (Imam Ali bin Abi Thalib R.A)
%d blogger menyukai ini: