Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

Sedikit Catatan tentang Mahasiswa (2)

Mahasiswa adalah generasi muda yg memiliki berjuta cita-cita dan harapan tentang kondisi ideal bangsa ini.
cita-cita dan harapan tsb di interpretasikan melalui perjuangan sistematis melalui gerakan mahasiswa dalam instrumen organisasi kemahasiswaan di kampus-kampus.

Semangat oposisi dalam perjuangan mahasiswa telah mewarnai karakter dan memberi ruh pada gerakan mahasiswa selama ini.

Oleh karena itu, semangat itu harus tetap terus di pupuk dan di aktualisasikan.

Hal yg menjadi penting dlm semangat oposisi gerakan mahasiswa adalah ia harus memiliki fokus perjuangan dan start awal dalam memulai momentum gerakannya. Dengan kata lain, harus cermat dalam menentukan sikap oposisi, sehingga tidak terjadi ‘oposisi buta’ tanpa memperhatikan aspirasi rakyat.
Jika ini tak di perhatikan, alih-alih mendukung mahasiswa, rakyat justru akan skeptis dan menuduh gerakan mahasiswa hanya akan mendelegitimasi kepercayaan rakyat thd pemimimpinnya.

Disinilah pentingnya makna kontekstualisasi dalam mencermati gerakan mahasiswa dewasa ini.

Mahasiswa dan instrumen perjuangannya harus mampu memberi solusi perbaikan dan perubahan bangsa ini. Label ‘gerakan oposisi konstruktif abadi’ selayaknya menjadi dasar bagi gerakan mahasiswa untuk tetap kritis dan konsisten memperjuangkan visi kerakyatan yg di embannya.

Jika dewan perwakilan secara resmi menjadi representasi rakyat, maka gerakan mahasiswa pun demikian. Gerakan extraparlementer yg di lakoni mahasiswa adalah gerakan yg terbukti secara sistematis dan massif mampu menjadi kontrol dan check and balances bagi kebijakan yg tak pro rakyat.

Kontekstualisasi menjadi sangat relevan ketika kita mencermati dewasa ini, begitu maraknya politik pencitraan di kalangan elit pemimpin dan pejabat. oleh karenanya, jika mahasiswa kalah dalam pencitraan tsb, maka bukan simpati yg akan menghampiri, malah justru akan menuai antipati. saya tidak dalam posisi menyarankan agar kiranya mahasiswa berkompetisi pencitraan di hadapan rakyat dgn kalangan elit tertentu, tapi saya ingin menyampaikan bahwa pentingnya proporsionalisasi dan ketepatan momentum dlm mengawali sebuah gerakan.

Jika pada masa pra reformasi mahasiswa di hadapkan pada common enemies yg jelas dan nyata, seperti PKI dan komunismenya di masa soekarno, kemudian gaya pemerintahan yang otoriter pada masa soeharto. Maka saat ini, musuh bersama gerakan mahasiswa belum terindentifikasi dan terfahamkan secara jelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 10 Agustus 2009 by in Politik, Sosial, Tulisanku.

My Instagram

three of us... there always been a hope at the end of the aisle....

Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

My Tweet @romie_zf

Mutiara Islam

Sesungguhnya Allah S.w.t mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam sebuah barisan (yang teratur), bagai sebuah bangunan yang kokoh. (Q.S. As-Shaff : 04)

Mutiara Kata

Kebaikan yang tersusun secara teratur dan sistematis akan mampu mengalahkan kejahatan sebesar apapun meskipun di atur secara sistematis pula (Imam Ali bin Abi Thalib R.A)
%d blogger menyukai ini: