Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

HMS Unmul dan Tantangan Perbaikan, Suatu Refleksi Menjelang Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sipil.

Sebuah Organisasi merupakan suatu wadah bagi sekelompok orang yang di harapkan mampu untuk menjadi sarana efektif demi mengakomodasi kepentingan kolektif orang-orang yang tergabung di dalamnya. Atas dasar pemahaman itulah sebenarnya sebuah organisasi bias terbentuk dan menjadi entitas bersama dalam melakukan setiap kegiatannya untuk mencapai cita-cita besar dalam berorganisasi.
Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tertentu merupakan manifestasi dari bentuk pengakomodasian kepentingan-kepentingan yang ada di dalam organisasi tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat merefleksikan tujuan dari sebuah organisasi.
Oleh karena itu, urgentisitas kegiatan-kegiatan keorganisasian tidak bisa terelakkan, untuk mencegah organisasi tersebut dari kata “Mandeg” atau “Stagnan”.
Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Mulawarman pun demikian. Himpunan Mahasiswa Sipil sudah seharusnya dapat menjadi garda terdepan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa teknik sipil, mengingat HMS memiliki banyak potensi, baik dari sisi kemampuan Sumber Daya maupun jaringannya. Kontekstualisasi tujuan dan cita-cita besar suatu Himpunan Mahasiswa di banding dengan organisasi kemahasiswaan lainnya, adalah bahwa himpunan harus mampu untuk menjadi sarana Komunikasi Publik bagi program studi atau jurusan tempat himpunan itu bernaung.
Program studi Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sudah berjalan hampir 6 tahun. Usia yang cukup matang untuk menjadi sebuah Program Studi yang memiliki Bargaining Position yang besar, mengingat pertumbuhan yang begitu pesat dan kebutuhan yang sangat tinggi akan volume tenaga ahli di sektor jasa konstruksi yang berhubungan erat dengan bidang ketekniksipilan. Fakta mencatat bahwa saat ini sektor jasa konstruksi di Kalimantan Timur memerlukan tidak kurang dari 3.600 orang tenaga ahli yang bersertifikasi. Sementara saat ini yang tersedia dan terdata di Dinas PU dan Kimpraswil KalTim adalah 700an orang tenaga ahli bersertifikasi, serta 700an orang lainnya di sinyalir tersebar di berbagai himpunan tenaga ahli yang tidak terdata oleh Dinas PU dan Kimpraswil KalTim (Data ini tak termasuk jumlah tenaga teknis yang jumlahnya tentu lebih banyak lagi). Itu berarti bahwa ada sekitar kurang lebih 2.100 tenaga ahli di sektor jasa konstruksi di KalTim yang belum terpenuhi, sementara diketahui pula bahwa tidak kurang dari 5 trilliun rupiah lebih anggaran mengucur di sektor ini tiap tahunnya. (KaltimPost, 1 mei 2009)
Data ini menunjukkan bahwa betapa strategisnya program studi teknik sipil Universitas Mulawarman ini. Kita tentu berharap menjadi Tuan rumah di daerah sendiri. Mahasiswa teknik sipil Universitas Mulawarman berharap agar kesempatan ini dibuka peluang sebesar-besarnya bagi putra daerah yang menimba ilmu ketekniksipilan di Universitas kebanggaan daerah ini, untuk bisa berkompetisi dan mengisi kelowongan kesempatan tersebut.
Oleh karena itu, Teknik Sipil Universitas Mulawarman harus mampu pula untuk menjawab tantangan berkompetisi dengan perguruan-perguruan tinggi ternama. Untuk mewujudkan hal tersebut, sangat diperlukan dukungan dari banyak pihak, seperti pemerintah, pihak Universitas dan Fakultas serta tak kalah penting adalah upaya dari mahasiswa teknik sipil Unmul sendiri untuk menunjukkan potensi program studinya di depan publik.
Upaya tersebutlah yang menjadi tantangan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unmul untuk di jawab dan di wujudkan. Hal ini semakin meneguhkan kedudukan dan mendeskripsikan betapa strategisnya peran dan fungsi Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mulawarman.
Upaya-upaya tersebut harus di bangun di atas kinerja yang optimal dari seluruh mahasiswa teknik sipil melalui instrumen yang telah tersedia, yaitu instrumen penting yang bernama HMS. HMS harus dapat menjadi sarana marketisasi Program Studi agar menjadi program studi yang menjadi perhatian publik dan juga mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Tidak hanya itu, untuk mendukung program studi yang berkualitas, HMS juga harus mampu menciptakan iklim professonalitas dan keilmuan. Atau dengan kata lain, HMS harus memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang diperlukan oleh Mahasiswa di bidang akademis, yang tentunya relevan dengan kondisi kekinian Mahasiswa Teknik Sipil.
Untuk melengkapi perannya sebagai Mahasiswa yang bergerak sesuai dengan idealisme gerakan mahasiswa , Himpunan Mahasiswa Sipil juga di harapkan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Bentuk-bentuk kepedulian itu harus di wujudkan dalam kerja yang nyata. Pengabdian masyarakat menjadi poin yang sangat penting agar Himpunan ini memeiliki fokus gerakan yang jelas kedepannya sesuai dengan Konsep Tri Dharma perguruan Tinggi.
Organisasi yang baik juga di bangun di atas sistem kinerja yang baik pula. Oleh karena itu, manajemen yang rapih dan terorganisir secara sistematis, harus menjadi landasan bagi HMS dalam membangun budaya dan tradisi berorganisasi. Tradisi ini pada akhirnya akan membangun trust (rasa percaya) dari berbagai pihak, baik itu fakultas maupun pemerintah terhadap organisasi Kita. Dan itu menjadi modal awal yang penting demi kemajuan HMS dan kebaikan program studi Kita.
Persoalan yang juaga tak kalah penting bagi HMS adalah memperjuangkan persamaan hak dan kewajiban antara mahasiswa teknik sipil dan para birokrat kampus. Mengapa hal ini sangat penting untuk di perjuangkan??, karena mengingat belakangan ini sering terjadi permasalahan akademik yang menjadi tanggung jawab Fakultas dan Mahasiswa menjadi korbannya.
Di satu sisi, pihak Fakultas menerapkan regulasi-regulasi yang begitu ketat terhadap syarat-syarat akademik mahasiswa. Namun, disisi lain tidak di imbangi dengan pelayanan yang optimal terhadap mahasiswa. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan dan konflik kepentingan yang dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak di harapkan. Untuk itu, kedepannya, HMS harus mampu menjadi Fasilitator bagi permasalahan-permasalahan seperti ini. Dengan kata lain, sangat diperlukan penguatan peran advokasi mahasiswa di tingkat program studi.
Tulisan ini bukanlah evaluasi pribadi penulis terhadap kinerja HMS selama ini, tetapi lebih kepada sumbang saran Penulis demi kemajuan HMS Unmul di masa yang akan datang. Penulis sangat menyadari betapa pentingnya Himpunan ini sebagai sarana awal bagi mahasiswa teknik sipil untuk menyalurkan minat dan bakatnya, baik itu di bidang keorganisasian maupun akademik. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan di awal, Himpunan Mahasiswa Sipil harus dapat mengakomodasi seluruh kepentingan mahasiswa teknik sipil.
Kita harus memahami terlebih dahulu betapa strategisnya himpunan kita, baik dari perspektif akademis maupun dari perspektif dan peran mahasiswa teknik sipil sebagai kontrol kebijakan, terutama kebijakan-kebijakan pemerintah di sektor pembangunan yang notabene berkaitan erat dengan bidang ketekniksipilan. Setelah memahami itu, barulah kita mampu membangun persepsi positif tentang eksistensi himpunan kita, dan untuk selanjutnya persepsi tersebut akan menjadi motivator untuk membangun himpunan ini menjadi lebih baik.
Kita harus mengapresiasi kerja-kerja besar dari generasi-generasi pendahulu kita yang telah banyak berkontribusi bagi himpunan ini. Apa yang telah mereka lakukan merupakan pondasi awal bagi kejayaan Himpunan Mahasiswa Sipil di masa yang akan datang. Dan merupakan tugas kita untuk melanjutkan estafet kepemimpinan ini dalam tataran yang lebih baik lagi.
Penulis merespon dengan baik tantangan perbaikan himpunan ini pada periode mendatang, mengingat banyak persoalan-persoalan baru pada kepengurusan yang baru terbentuk nanti. Setiap generasi memeiliki zamannya masing-masing, dan setiap zaman memiliki tantangan yang beragam dan berbeda pula. Oleh karena itu, generasi penerus Himpunan Mahasiswa Sipil pada periode selanjutnya harus mampu menjawab tantangan perbaikan yang dipercayakan kepadanya nanti, sebagaimana yang telah disebutkan pada uraian-uraian sebelumnya.
Akhirnya, Penulis mengajak seluruh elemen Kampus, terutama stakeholder Mahasiswa Sipil Universitas Mulawarman, mari bersama Membangun Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) yang berbasis keilmuan, aspiratif dan progressif, sebagai bentuk penguatan peran dan fungsi strategis teknik Sipil di lingkup Kampus dan Masyarakat.

“…Untuk HMS yang lebih Baik.”

Semogaaa…!

(Tulisan ini dibuat dalam rangka menyambut suksesi HMS Unmul pada Mubes IV)

3 comments on “HMS Unmul dan Tantangan Perbaikan, Suatu Refleksi Menjelang Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sipil.

  1. angga
    8 Juli 2009

    kok sampesgitunya to….

  2. Dodi
    17 November 2009

    Lowongan Kerja English Tutor Konsultan Pendidikan Bahasa Inggris Nasional untuk cabang Samarinda & Balikpapan. Kirim surat lamaran & CV anda ke easyspeak.recruitment@gmail.com. Atau hubungi No Telp 0541-273163 (Samarinda) dan 0542-737537 (Balikpapan). Kunjungi http://www.easyspeak.co.id untuk mengetahui profile perusahaan kami. Terima Kasih.

  3. Dodi
    17 November 2009

    Lowongan Kerja English Tutor Konsultan Pendidikan Bahasa Inggris Nasional untuk cabang Samarinda & Balikpapan. Kirim surat lamaran & CV anda ke easyspeak.recruitment@gmail.com. Atau hubungi No Telp 0541-273163 (Samarinda) dan 0542-737537 (Balikpapan). Kunjungi http://www.easyspeak.co.id untuk mengetahui profile perusahaan kami. Terima Kasih. Dodi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 9 Mei 2009 by in Tentang CiviL and tagged .

My Instagram

three of us... there always been a hope at the end of the aisle....

Romie Ziatul Fadlan

Bekerja untuk dunia, Beramal demi akhirat

My Tweet @romie_zf

Mutiara Islam

Sesungguhnya Allah S.w.t mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam sebuah barisan (yang teratur), bagai sebuah bangunan yang kokoh. (Q.S. As-Shaff : 04)

Mutiara Kata

Kebaikan yang tersusun secara teratur dan sistematis akan mampu mengalahkan kejahatan sebesar apapun meskipun di atur secara sistematis pula (Imam Ali bin Abi Thalib R.A)
%d blogger menyukai ini: