Mahasiswa dan Kemerdekaan Indonesia

Adalah menjadi sebuah keharusan bahwa kemerdekaan bangsa untuk terus di isi dan di revitalisasi tanpa henti, pasca revolusi fisik yg di lakukan oleh para pahlawan. Kemerdekaan harus mewujud dalam seluruh relung dan sendi kehidupan bangsa ini, mulai dari merdeka secara fisik dari kolonialisme penjajah hingga merdeka secara finansial, sejahtera dan bebas dari berbagai belenggu kehidupan yg mengancam eksistensi kata ‘merdeka’ itu sendiri. Keharusan yg menjadi tanggung jawab generasi pasca kemerdekaan sedikit lebih ringan jika di banding dengan para pahlawan kemerdekaan. Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi kita untuk menghindar dari konsekwensi imperatif baru yg di emban oleh generasi saat ini. Semangat kemerdekaan dalam konteks kekinian sangatlah relevan jika di isi dengan aktualisasi kaum muda dalam berkarya dalam bidang dan bentuk apapun, memberi sumbangsih berharga bagi bangsa dan negara.
Mahasiswa sebagai generasi muda yg menjadi bagian dari elemen warga bangsa, harus mampu memberi sumbangsih sesuai dgn kapasitas dan kapabilitasnya.
Mahasiswa di pandang sebagai kaum intelektual muda yg mnjadi tumpuan harapan perjalanan bangsa ini di masa depan. Kampus sebagai laboratorium pencetak para mahasiswa harus mampu menjawab harapan tersebut menjadi sebuah imperatif sosial yg di inginkan masyarakat. Mahasiswa harus bergerak dan berkontribusi sesuai dengan konsepsi Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana para Mahasiswa di tuntut selain menjadi kaum cendikia, juga harus mampu mengaplikasikan ilmu yg di dapatnya dalam tataran praktis.
Masyarakat kita dewasa ini, tidak begitu peduli terhadap latar pendidikan Mahasiswa, yg pasti dalam benak mereka adalah ketika seorang pemuda berlabel ‘MAHASISWA’ maka itu berarti bahwa pemuda tersebut adalah kaum cendikia yg ’seharusnya’ memiliki kemampuan ’serba-bisa’. Di satu sisi, fenomena semacam ini mengakibatkan beban yg bgitu berat bagi kaum muda cendikia tersebut, namun di sisi lain, hal yg perlu di pandang positif adalah Mahasiswa merasa terpacu untuk meng-upgrade pengetahuan dan tentunya pengalaman mereka. Kondisi sangat di harapkannya mahasiswa sebagai tumpuan asa, sering di temui ketika para mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata, di mana mereka di hadap pada kondisi untuk mampu berkontribusi di masyarakat. Bukan pemandangan biasa, ketika mahasiswa di minta oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan di luar bidang akademik mereka.
Intinya adalah mahasiswa di tuntut untuk terus berkarya bagi bangsa.

Kontekstualisasi Semangat Oposisi Gerakan Mahasiswa.

rHoMie_zF

Mahasiswa adalah generasi muda yg memiliki berjuta cita-cita dan harapan tentang kondisi ideal bangsa ini.
cita-cita dan harapan tsb di interpretasikan melalui perjuangan sistematis melalui gerakan mahasiswa dalam instrumen organisasi kemahasiswaan di kampus-kampus.

Semangat oposisi dalam perjuangan mahasiswa telah mewarnai karakter dan memberi ruh pada gerakan mahasiswa selama ini.

Oleh karena itu, semangat itu harus tetap terus di pupuk dan di aktualisasikan.

Hal yg menjadi penting dlm semangat oposisi gerakan mahasiswa adalah ia harus memiliki fokus perjuangan dan start awal dalam memulai momentum gerakannya. Dengan kata lain, harus cermat dalam menentukan sikap oposisi, sehingga tidak terjadi ‘oposisi buta’ tanpa memperhatikan aspirasi rakyat.
Jika ini tak di perhatikan, alih-alih mendukung mahasiswa, rakyat justru akan skeptis dan menuduh gerakan mahasiswa hanya akan mendelegitimasi kepercayaan rakyat thd pemimimpinnya.

Disinilah pentingnya makna kontekstualisasi dalam mencermati gerakan mahasiswa dewasa ini.

Mahasiswa dan instrumen perjuangannya harus mampu memberi solusi perbaikan dan perubahan bangsa ini. Label ‘gerakan oposisi konstruktif abadi’ selayaknya menjadi dasar bagi gerakan mahasiswa untuk tetap kritis dan konsisten memperjuangkan visi kerakyatan yg di embannya.

Jika dewan perwakilan secara resmi menjadi representasi rakyat, maka gerakan mahasiswa pun demikian. Gerakan extraparlementer yg di lakoni mahasiswa adalah gerakan yg terbukti secara sistematis dan massif mampu menjadi kontrol dan check and balances bagi kebijakan yg tak pro rakyat.

Kontekstualisasi menjadi sangat relevan ketika kita mencermati dewasa ini, begitu maraknya politik pencitraan di kalangan elit pemimpin dan pejabat. oleh karenanya, jika mahasiswa kalah dalam pencitraan tsb, maka bukan simpati yg akan menghampiri, malah justru akan menuai antipati. saya tidak dalam posisi menyarankan agar kiranya mahasiswa berkompetisi pencitraan di hadapan rakyat dgn kalangan elit tertentu, tapi saya ingin menyampaikan bahwa pentingnya proporsionalisasi dan ketepatan momentum dlm mengawali sebuah gerakan.

Jika pada masa pra reformasi mahasiswa di hadapkan pada common enemies yg jelas dan nyata, seperti PKI dan komunismenya di masa soekarno, kemudian gaya pemerintahan yang otoriter pada masa soeharto. Maka saat ini, musuh bersama gerakan mahasiswa belum terindentifikasi dan terfahamkan secara jelas.

|bersambung. . . . .|

Video:: Ledakan bom di Hotel Marriot dan Ritz Carlton Mega Kuningan.

.Wuikhh, cuma satu kata.. biadab. videonya bener-bener mengusik nurani kemanusiaan siapapun yg melihatnya.
Na’udzubillah.
Semoga ini kejadian teror terakhir di Indonesia.

HMS Unmul dan Tantangan Perbaikan::Sebuah Refleksi Menjelang Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sipil.

Oleh : rHoMie_zF*)

Sebuah Organisasi merupakan suatu wadah bagi sekelompok orang yang di harapkan mampu untuk menjadi sarana efektif demi mengakomodasi kepentingan kolektif orang-orang yang tergabung di dalamnya. Atas dasar pemahaman itulah sebenarnya sebuah organisasi bias terbentuk dan menjadi entitas bersama dalam melakukan setiap kegiatannya untuk mencapai cita-cita besar dalam berorganisasi.
Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tertentu merupakan manifestasi dari bentuk pengakomodasian kepentingan-kepentingan yang ada di dalam organisasi tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat merefleksikan tujuan dari sebuah organisasi.
Oleh karena itu, urgentisitas kegiatan-kegiatan keorganisasian tidak bisa terelakkan, untuk mencegah organisasi tersebut dari kata “Mandeg” atau “Stagnan”.
Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Sipil Universitas Mulawarman pun demikian. Himpunan Mahasiswa Sipil sudah seharusnya dapat menjadi garda terdepan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa teknik sipil, mengingat HMS memiliki banyak potensi, baik dari sisi kemampuan Sumber Daya maupun jaringannya. Kontekstualisasi tujuan dan cita-cita besar suatu Himpunan Mahasiswa di banding dengan organisasi kemahasiswaan lainnya, adalah bahwa himpunan harus mampu untuk menjadi sarana Komunikasi Publik bagi program studi atau jurusan tempat himpunan itu bernaung.
Program studi Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman sudah berjalan hampir 6 tahun. Usia yang cukup matang untuk menjadi sebuah Program Studi yang memiliki Bargaining Position yang besar, mengingat pertumbuhan yang begitu pesat dan kebutuhan yang sangat tinggi akan volume tenaga ahli di sektor jasa konstruksi yang berhubungan erat dengan bidang ketekniksipilan. Fakta mencatat bahwa saat ini sektor jasa konstruksi di Kalimantan Timur memerlukan tidak kurang dari 3.600 orang tenaga ahli yang bersertifikasi. Sementara saat ini yang tersedia dan terdata di Dinas PU dan Kimpraswil KalTim adalah 700an orang tenaga ahli bersertifikasi, serta 700an orang lainnya di sinyalir tersebar di berbagai himpunan tenaga ahli yang tidak terdata oleh Dinas PU dan Kimpraswil KalTim (Data ini tak termasuk jumlah tenaga teknis yang jumlahnya tentu lebih banyak lagi). Itu berarti bahwa ada sekitar kurang lebih 2.100 tenaga ahli di sektor jasa konstruksi di KalTim yang belum terpenuhi, sementara diketahui pula bahwa tidak kurang dari 5 trilliun rupiah lebih anggaran mengucur di sektor ini tiap tahunnya. (KaltimPost, 1 mei 2009)
Data ini menunjukkan bahwa betapa strategisnya program studi teknik sipil Universitas Mulawarman ini. Kita tentu berharap menjadi Tuan rumah di daerah sendiri. Mahasiswa teknik sipil Universitas Mulawarman berharap agar kesempatan ini dibuka peluang sebesar-besarnya bagi putra daerah yang menimba ilmu ketekniksipilan di Universitas kebanggaan daerah ini, untuk bisa berkompetisi dan mengisi kelowongan kesempatan tersebut.
Oleh karena itu, Teknik Sipil Universitas Mulawarman harus mampu pula untuk menjawab tantangan berkompetisi dengan perguruan-perguruan tinggi ternama. Untuk mewujudkan hal tersebut, sangat diperlukan dukungan dari banyak pihak, seperti pemerintah, pihak Universitas dan Fakultas serta tak kalah penting adalah upaya dari mahasiswa teknik sipil Unmul sendiri untuk menunjukkan potensi program studinya di depan publik.
Upaya tersebutlah yang menjadi tantangan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unmul untuk di jawab dan di wujudkan. Hal ini semakin meneguhkan kedudukan dan mendeskripsikan betapa strategisnya peran dan fungsi Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Mulawarman.
Upaya-upaya tersebut harus di bangun di atas kinerja yang optimal dari seluruh mahasiswa teknik sipil melalui instrumen yang telah tersedia, yaitu instrumen penting yang bernama HMS. HMS harus dapat menjadi sarana marketisasi Program Studi agar menjadi program studi yang menjadi perhatian publik dan juga mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah. Tidak hanya itu, untuk mendukung program studi yang berkualitas, HMS juga harus mampu menciptakan iklim professonalitas dan keilmuan. Atau dengan kata lain, HMS harus memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang diperlukan oleh Mahasiswa di bidang akademis, yang tentunya relevan dengan kondisi kekinian Mahasiswa Teknik Sipil.
Untuk melengkapi perannya sebagai Mahasiswa yang bergerak sesuai dengan idealisme gerakan mahasiswa , Himpunan Mahasiswa Sipil juga di harapkan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Bentuk-bentuk kepedulian itu harus di wujudkan dalam kerja yang nyata. Pengabdian masyarakat menjadi poin yang sangat penting agar Himpunan ini memeiliki fokus gerakan yang jelas kedepannya sesuai dengan Konsep Tri Dharma perguruan Tinggi.
Organisasi yang baik juga di bangun di atas sistem kinerja yang baik pula. Oleh karena itu, manajemen yang rapih dan terorganisir secara sistematis, harus menjadi landasan bagi HMS dalam membangun budaya dan tradisi berorganisasi. Tradisi ini pada akhirnya akan membangun trust (rasa percaya) dari berbagai pihak, baik itu fakultas maupun pemerintah terhadap organisasi Kita. Dan itu menjadi modal awal yang penting demi kemajuan HMS dan kebaikan program studi Kita.
Persoalan yang juaga tak kalah penting bagi HMS adalah memperjuangkan persamaan hak dan kewajiban antara mahasiswa teknik sipil dan para birokrat kampus. Mengapa hal ini sangat penting untuk di perjuangkan??, karena mengingat belakangan ini sering terjadi permasalahan akademik yang menjadi tanggung jawab Fakultas dan Mahasiswa menjadi korbannya.
Di satu sisi, pihak Fakultas menerapkan regulasi-regulasi yang begitu ketat terhadap syarat-syarat akademik mahasiswa. Namun, disisi lain tidak di imbangi dengan pelayanan yang optimal terhadap mahasiswa. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan dan konflik kepentingan yang dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang tidak di harapkan. Untuk itu, kedepannya, HMS harus mampu menjadi Fasilitator bagi permasalahan-permasalahan seperti ini. Dengan kata lain, sangat diperlukan penguatan peran advokasi mahasiswa di tingkat program studi.
Tulisan ini bukanlah evaluasi pribadi penulis terhadap kinerja HMS selama ini, tetapi lebih kepada sumbang saran Penulis demi kemajuan HMS Unmul di masa yang akan datang. Penulis sangat menyadari betapa pentingnya Himpunan ini sebagai sarana awal bagi mahasiswa teknik sipil untuk menyalurkan minat dan bakatnya, baik itu di bidang keorganisasian maupun akademik. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan di awal, Himpunan Mahasiswa Sipil harus dapat mengakomodasi seluruh kepentingan mahasiswa teknik sipil.
Kita harus memahami terlebih dahulu betapa strategisnya himpunan kita, baik dari perspektif akademis maupun dari perspektif dan peran mahasiswa teknik sipil sebagai kontrol kebijakan, terutama kebijakan-kebijakan pemerintah di sektor pembangunan yang notabene berkaitan erat dengan bidang ketekniksipilan. Setelah memahami itu, barulah kita mampu membangun persepsi positif tentang eksistensi himpunan kita, dan untuk selanjutnya persepsi tersebut akan menjadi motivator untuk membangun himpunan ini menjadi lebih baik.
Kita harus mengapresiasi kerja-kerja besar dari generasi-generasi pendahulu kita yang telah banyak berkontribusi bagi himpunan ini. Apa yang telah mereka lakukan merupakan pondasi awal bagi kejayaan Himpunan Mahasiswa Sipil di masa yang akan datang. Dan merupakan tugas kita untuk melanjutkan estafet kepemimpinan ini dalam tataran yang lebih baik lagi.
Penulis merespon dengan baik tantangan perbaikan himpunan ini pada periode mendatang, mengingat banyak persoalan-persoalan baru pada kepengurusan yang baru terbentuk nanti. Setiap generasi memeiliki zamannya masing-masing, dan setiap zaman memiliki tantangan yang beragam dan berbeda pula. Oleh karena itu, generasi penerus Himpunan Mahasiswa Sipil pada periode selanjutnya harus mampu menjawab tantangan perbaikan yang dipercayakan kepadanya nanti, sebagaimana yang telah disebutkan pada uraian-uraian sebelumnya.
Akhirnya, Penulis mengajak seluruh elemen Kampus, terutama stakeholder Mahasiswa Sipil Universitas Mulawarman, mari bersama Membangun Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) yang berbasis keilmuan, aspiratif dan progressif, sebagai bentuk penguatan peran dan fungsi strategis teknik Sipil di lingkup Kampus dan Masyarakat.

“…Untuk HMS yang lebih Baik.”

Semogaaa…!

*)Mahasiswa Teknik Sipil 2007 Universitas Mulawarman

IDEALISME KAMI

Betapa inginnya Kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih Kami cintai dari diri Kami sendiri.

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa Kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka jika memang tebusan itu yang di perlukan.
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita mereka Jika memang itu harga yg harus di bayar.

Tiada sesuatu yang membuat Kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati Kami, memeras habis air mata Kami dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata Kami.

Betapa berat rasa di hati Kami menyaksikan bencana yg mencabik-cabik bangsa ini, sementara Kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputus-asaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa kami membawa misi yg bersih dan suci. Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang Kami harap adalah terbentuknya INDONESIA yg lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Pencipta Alam semesta.

Jempol SBY Versus Kelingking JK

Ada yang Menarik dari Proses pemilu kali ini. Apanyaa..?? Dulunya Coblos, Sekarang pake Contreng?? BUKAN…!

Tapi yang perlu kita cermati adalah fenomena Pencontrengan yang di jalani oleh para tokoh negeri ini. Mulai dari Megawati yang (tumben) tidak memakai warna atribut partainya pada busananya saat Mencontreng tadi Pagi (Megawati lebih memilih memakai dresscode PUTIH), Sultan HB.X yg pulpen pencontrengnya sempat macet saat mencontreng, Sampai pada kemenangan mutlak PKS-nya Hidayat NurWahid di TPS tempatnya mencontreng (atau bisa juga kekalahan Golkar-nya JK di tempatnya mencontreng dari Demokrat-nya SBY).

Sby dan Jk

Tapi, yang lebih menarik untuk kita bahas adalah penandaan tinta usai mencontreng.

JK lebih memilih mencelupkan jari kelinkingnya ke tinta pemilu, sementara SBY mencelupkan jari jempolnya sembari mengacungkan jempolnya sesaat setelah menandainya dengan tinta.

Kalau hitung-hitungan anak kecil, JEMPOL(gajah) VS KELINGKING(semut), pasti kelingking yang menang. Karena semut bisa mengalahkan gajah dengan menggelitikinya, dan posisi semut juga strategis karena tak terlihat oleh gajah.

Tapi, kalau menurut hitung-hitungan lain, jempol sering digunakan untuk menandakan kehebatan dan kemenangan. Sementara kelingking sering di gunakan untuk isyarat kekalahan.

Kesimpulan: Dari isyarat-isyarat dan tanda-tanda di atas, Partai mana kira-kira yang bakal memenangkan pemilu 2009 ini?? Siapa nanti yang bakal jadi Presiden selanjutnya?? SBY lagi ‘kah? atau JK? atau bahkan malah MegaWati?? atau yg lainnya?

Ada hubungannya gak seh??? he.he.he. .

5 besar Pemilu 2009 Versi Mama Laurent

Mama Laurent, paranormal kenamaan Indonesia sejak jauh-jauh hari telah meneropong Partai-partai yang kemungkinan besar akan memenangkan Pemilu 2009.

Mama Laurent

Berdasarkan keterangan Mama Laurent, Pemilu 2009 ini adalah milik Partai Demokrat dengan perolehan suara sekitar 20%, disusul Golkar, PDI-P, Hanura dan Gerindra (PKS-nya mana?? mungkin karena PKS partai islam, sehingga kekuatan hitam Mama Laurent tak mampu menerawangnya, he.he.. bisaaa ajaah..!). Ternyata apa yang di ramalkan oleh Mama Laurent ini mendekati kebenaran dan sesuai hasilnya berdasarkan Quick Count dua lembaga survei.

Lima besar partai peserta pemilu tersebut di harapkan Sang Paranormal agar dapat membawa perubahan dan kesejahteraan bagi bangsa ini. Semogaaa. . .

Bagaimana sikap Anda tentang kebenaran ramalan ini?????

Hasil Quick Count (Penghitungan Cepat) Pemilu 2009.::.UpDate

Pemilu 2009 telah berlangsung tadi Pagi, 9 April 2009. Semoga Pemilu kali ini mampu mewujudkan kesejahteraan bagi bangsa ini. Amieen…!

pemilu

Untuk melihat Quick Count (Penghitungan Cepat) pemilu legislatif atau perolehan suara partai peserta pemilu, Anda dapat mengunjungi situs-situs di bawah ini:

presiden
Baca selebihnya »

Partai Demokrat Sudah menang di Pemilu 2009:: PDI-P pecundangnya.

Hasil Survei beberapa lembaga survei Nasional memenangkan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009 ini. Berikut adalah rekap survei beberapa lembaga:

=>Lembaga Riset Indonesia (LRI)
1.Demokrat (20,66%)
2.GOLKAR (18,05%)
3.PDI-P (16,31%)
4.PKS (9,54%)
5.Gerindra (5,76%)

=>Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS)
1.Demokrat (20,20%)
2.PDI-P (13,50%)
3.GOLKAR (12,20%)

Lembaga Survei Indonesia (LSI), Reform Institut juga melakukan survei terhadap partai Demokrat, dengan hasil survei berturut-turut 24,30% dan 25,10%. Tidak hanya itu, beberapa lembaga survei ternama lainnya pun menempatkan Partai SBY ini pada urutan teratas, dgn perolehan 21,50%.

Semua survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut dalam rentang waktu Maret- April 2009 dan Margin Error 2%-3%. Itu artinya bahwa jika pemilu dilaksanakan pada bulan Maret-April ini, maka Demokratlah jawaranya. Antara jarak waktu survei dan pemilu 9 april sangat dekat, maka hampir bisa di pastikan Pemilu tahun 2009 ini adalah milik Partai Demokrat.

Bagaimana dengan rivalnya PDI-P?? akankah ia menjadi pecundang??

PENDAPAT ANDA??

TERBARU..!!! Blog Penghina Islam dan Nabi Muhammad SAW

Kembali., setelah kasus lapotuak, blog yang memuat gambar kartun Nabi Muhammad, Kini blog-blog berbau SARA yang memusuhi dan menghina islam kembali bergentayangan.
Blog ini misalnya (silahkan klik..!) terlihat sekali betapa kebencian yg tak bertepi mereka tunjukkan terhadap Islam dan Nabi Muhammad. Di
BLOG EX-MUSLIM ini juga sama, dan merupakan duplikasi dari blog di atas.

”AllahummaHdiiHim ila ShirothiKal Mustaqiim”. Amin..!

Sepertinya, kasus lapotuak hanya menjadi Stressing sementara bagi mereka untuk menghentikan ”aksinya”, terbukti kemaren, ketika ramainya kasus lapotuak, situs-situs penghina Islam dan Nabi Muhammad, di tutup oleh para admin-nya, tapi setelah kasus itu reda, situs-situs tersebut kembali mereka publikasikan.

Akupun tak mengerti betapa bencinya mereka terhadap Islam dan Nabi Muhammad. Aku sangat yakin ini hanyalah ulah oknum secara individu yg tak bertanggung jawab.

Bagaimana, seharusnya kita menyikapinya??

Umat Islam sebaiknya tidak terpancing dengan hal-hal semacam ini. Ada baiknya jika berita tentang ”adanya blog penghina Islam” ini kita sikapi dengan menindaklanjuti ke pihak pemilik domain WordPress dan ke pihak yg berwajib. Semoga kasus seperti ini tidak terus berlanjut…

Blog trulyislam, penghina Islam

BLOG EX-MUSLIM, Penghina Nabi Muhammad S.A.W.

Bagaimana tanggapan Anda???